REPUBLIKA. CO. ID, PANGKALPINANG — Satgas Penanganan  C ovid -19   Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memindah 12 pasien terkonfirmasi  C ovid -19   di Wisma Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ke ruang isolasi baru dalam asrama haji.

“Pemindahan pasien  C ovid -19   ke pondok haji ini untuk mengoptimalkan pengerjaan dan upaya kesembuhan pasien terpapar virus corona ini, ” introduksi Sekretaris Satgas Penanganan  C ovid -19   Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Selasa (6/10).

Dia mengatakan saat ini sebanyak 65 ruang isolasi di Wisma bkpsdm Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah penuh ditempati 63 pasien positif  C ovid -19   dan dua pasien suspectvirus coronajenis baru itu.

Tatkala itu, sebanyak 12 dari 44 ruang isolasi di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dimanfaatkan untuk penanganan pasien terkonfirmasi  C ovid -19 , jadi sisa ruang isolasi di asrama pemberangkatan haji itu sebanyak 32 kamar.

“Alhamdulillah, kos haji ini sudah bisa dimanfaatkan untuk penanganan pasien dan suspect  C ovid -19 , jadi dapat mengoptimalkan penanganan pasien terpapar virus ini, ” ujarnya.

Menurut dia untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, Pemprov Kepulauan Babel juga sedang mempersiapkan Bangsal Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah isolasi pasien  C ovid -19 .

“Kamijuga padahal mempersiapkan gedung BLK Provinsi Babel yang bisa digunakan untuk 60 kamar, sekarang sedang dalam jalan administrasi, dan dalam dua tiga hari ke depan mungkin sudah bisa digunakan, ” katanya.

Ia menjelaskan penambahan kawasan isolasi ini sangat penting mengingat dalam sepekan terakhir kasus  C ovid -19   langsung meningkat karena kesadaran masyarakat buat mematuhi protokol kesehatan yang masih kurang.

Berdasarkan bahan jumlah kumulatif masyarakat terpapar  C ovid -19   dalam Senin (5/9) malam, jumlah peristiwa warga terkonfirmasi virus itu mencapai 423 orang atau bertambah 12 kasus dibandingkan hari sebelumnya, secara rincian pasien dalam perawatan 89 orang, sembuh 328 orang atau bertambah 6 pasien dan wafat 6 pasien.

“Penambahan ruang isolasi ini sangat penting, karena jika kurang, tentu hendak terjadi penumpukan pasien yang mau menghambat penanganan covid-19 di wilayah ini, ” ujarnya.