Kedudukan pustakawan sangat penting bagi peningkatan kinerja institusi.

REPUBLIKA. CO. ID, BANTUL — Publikasi jurnal, karya ilmiah, dan hasil-hasil penelitian sangat perlu tidak cuma bagi pendidik, tetapi juga pustakawan. Terlebih, Kementerian Ristek dan Dikti sudah memfasilitasinya dengan membangun Science and Technology Index (SINTA).

Pustakawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Purwani Istiana mengatakan, peran ahli perpustakaan sangat penting bagi peningkatan kemampuan institusi. Itu jadi pekerjaan rumah pustakawan melalui karya-karya ilmiahnya yang terbit di Sinta dan Scopus.

“Jadi, hitung berapa jumlah jurnal UMY yang telah terakreditasi, dan bagaimana meningkatkan biar kinerja kampus semakin meningkat serta terlihat, ” kata Purwani dalam webinar yang digelar Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (7/8).

Dalam Sinta, sirih Purwani, bisa dilihat peringkat tradisi secara nasional dari publikasi jurnal dan jumlah jurnal terindeks Scopus per fakultas. Ini penting supaya jadi pengingat kekurangan karena notifikasi jurnal sifatnya berkelanjutan.

Bisa dilihat publikasi jurnal terindeks Scopus dalam kurun tiga tahun terakhir. Selain itu, bisa diketahui jumlah publikasi jurnal molek per fakultas atau per prodi, sehingga bisa dilakukan evaluasi kala ada jurnal yang belum penuh.

“Kemudian, kita mampu menghubungi orang-orang terkait jurnalnya buat dapat disempurnakan jurnalnya agar dapat terverifikasi dengan baik, ” ujar Purwani.

Kemudian, ada kinerja jurnal berdasarkan akreditasi Sinta. Ada Sinta 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan Sinta 1 yang memiliki poin tertinggi. Ketika jurnal memiliki nilai 85-100 dan masuk akreditasi Sinta satu dampaknya akan dirasakan institusinya sendiri.