Menjaga tenggang baik antarpekerja maupun menjaga tenggang dengan tamu menjadi perhatian.

REPUBLIKA. CO. ID, SUNGAILIAT — Tim Yustisi terpadu Kabupaten Bangka, Daerah Kepulauan Bangka Belitung, mengintensifkan implementasi protokol kesehatan Covid-19 bagi pekerja kafe di kawasan hiburan suangi Sambung Giri Merawang, Sabtu malam (3/10). Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan melalui Ketua Tim Yustisi terpadu, AKP Teguh S pada Sungailiat, Minggu, mengatakan operasi Yustisi terpadu lebih menekankan penerapan protokol kesehatan Covid-19, bagi pengelola dan pekerja kafe.

Dia mengatakan, secara umum penerapan aturan kesehatan sudah diterapkan mulai sejak pemakaian masker, ketersediaan air terang dan sabun oleh pihak manajer. Namun yang perlu diperhatikan ialah menjaga jarak baik antarpekerja maupun menjaga jarak dengan tamu. “Semua pekerja sudah memakai masker, ketersediaan air bersih namun perlu ditingkatkan menjaga jarak, ” jelasnya.

Operasi Yustisi terpadu membabitkan TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Uzur dilakukan dengan mengedepankan perlakukan humanis kepada warga maupun pengelola serta pekerja kafe di kawasan Berlanjut Giri. “Dalam operasi tersebut, ana tidak menemukan barang bukti pengingkaran hukum seperti narkoba, senjata tanjam maupun pelanggaran hukum lainnya, ” ujarnya.

Baik pemimpin dan pekerja kafe, kata tempat, cukup kooperatif dalam memberikan keterangan kepada tim Yustisi seperti seolah-olah, saat dilakukan pendataan kependudukan oleh personel Satpol PP. “Kami menganjurkan kepada gugus tugas agar dikerjakan rapid test secara berkala kepada semesta pekerja maupun pengelola tempat per karena pekerjaanya bersinggungan langsung secara orang lain atau tamu yang berasal dari berbagai tempat, ” jelasnya.

Menurutnya, rapid test diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh pekerja kafe sekaligus melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Berdasarkan data sebab RT setempat, tercatat sebanyak 60 pekerja di 16 kafe di kawasan hiburan malam Sambung Giri, dengan mayoritas pekerja berasal lantaran luar pulau Bangka.

“Pekerja kafe umumnya berasal sejak luar pulau Bangka dan tidak ditemukan pekerja berasal dari tempat hiburan Teluk Bayur Pangkalpinang yang sebelumnya ditutup oleh pemerintah tanah air setempat, ” katanya.

AKP Teguh S mengimbau seluruh lapisan masyarakat, untuk berperan aktif melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan tubuh serta tetap menjaga stabilitas kebahagiaan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Bersandarkan data informasi Covid-19 Kabupaten Uzur, sampai dengan Minggu (4/10) total warga yang terpapar virus tersebut sebanyak 112 orang dengan 82 orang dinyatakan sembuh.

sumber: Antara