Banjir bandang terjadi setelah hujan deras dalam beberapa hari belakang

REPUBLIKA. CO. ID, GORONTALO  – Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Gorontalo, Jumat, (3/7) setelah hujan deras di dalam beberapa hari terakhir. Banjir berlaku di Kelurahan Pilolodaa dan Kelurahan Dembe 1 di Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

“Air naik mulai pukul 09. 00 Wita, asalnya dari bagian perbukitan di belakang kompleks permukiman. Material seperti kayu-kayu dan kotor terbawa sampai ke jalan sundal dan permukiman, ” ungkap lupa seorang warga Pilolodaa, Suryanto, Jumat (3/7).

Menurutnya air sempat naik tiga kali ke rumah warga dalam setengah keadaan, merendam puluhan rumah warga di sekitarnya dan kemudian segera turun. “Saat ini mulai reda & tersisa lumpur. Tapi kami sedang khawatir masih akan ada banjir bandang susulan, karena hujan belum berhenti, ” tambahnya.

Tim petugas gabungan, lanjutnya, sudah turun ke lokasi tersebut untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Di Kelurahan Dembe juga terjadi banjir dan diikuti longsor, yang mengakibatkan seorang masyarakat Suri Hamzah (60), patah berleha-leha tertimpa bongkahan batu. “Ada besar rumah yang terdampak longsor. Lalu banjir juga di beberapa panti, dua diantaranya rusak. Ada pagar yang roboh, ” kata Lurah Dembe 1 Adriyun Katili.

Sementara itu di zona Jalan HB Jassin air berangkat menggenangi jalan raya, sehingga awut-awutan lintas kendaraan terganggu. Sebuah pohon besar juga tumbang di Hidup By Pass Kelurahan Tamalate Kecamatan Kota Timur, sehingga menghalangi kanal menuju dan dari Kantor Gubernur.

sumber: Jarang