Pengawasan hewan qurban di Bantul sudah dijalankan sejak awal Juli

REPUBLIKA. CO. ID, BANTUL – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul melakukan pengawasan di tempat-tempat penampungan ternak. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi adanya penyakit menular dari hewan ke manusia ataupun zoonosis pada hewan qurban pada Idul Adha 1441 Hijriah.

Kepala Bidang Peternakan & Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Bertabur, Kelautan, dan Perikanan Bantul Joko Waluyo mengatakan secara teknis instansinya telah melakukan pengawasan ternak semenjak awal Juli ke tempat-tempat penampungan ternak.

“Di Bantul ada hampir 60 tempat penampungan ternak. Kami cek melihat sejak sisi kesehatan ternaknya karena pada Bantul daerah kejepit dari wilayah endemis antraks Gunung Kidul dan Kulon Progo, maka kita antisipasi jangan sampai ada penyakit zoonosis, ” katanya, Jumat.

Selain mengecek kondisi kesehatan, aparat juga menanyakan hewan dari mana didatangkan. Apabila hewan dari asing daerah maka diharuskan menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) agar dipastikan bebas penyakit.

“Dengan demikian sohibul (orang dengan memberi hewan kurban) dan kelompok yang mengonsumsi aman dalam memuliakan Idul Qurban. Makanya kami melakukan pengawasan di tempat-tempat penampungan ternak, sebelum dipotong, ” jelas Joko.

Dia mengatakan penjaga atau pengusaha hewan yang bakal menjadikan tempat penampungan ternak diminta terlebih dulu agar mengajukan rekomendasi ke instansinya. Tujuannya agar bisa dilakukan pengecekan lapangan oleh aparat kesehatan hewan setempat.

Joko menuturkan tempat pemotongan hewan qurban di Bantul pada Idul Adha tahun ini diperkirakan mencapai dua ribu titik. Jumlah hewan sekitar 20 ribu ekor indah sapi, kambing, dan domba, atau seperti yang terdata pada perayaan kurban 2019.

“Mungkin tahun ini kurang lebih dekat sama jumlahnya dan kami pasti berpedoman pada data yang periode untuk kami pantau. Kami pula harapkan para takmir atau badan qurban melaporkan ke dinas bahwa di tempatnya ada tempat pengeratan hewan, agar dinas bisa memeriksa, ” katanya.

Di pemantauan pemotongan hewan qurban, pihaknya menerjunkan sekitar 200 petugas. Selain untuk memastikan tata cara pengeratan sesuai anjuran agama dan tenang dikonsumsi, pemantauan juga memastikan adat kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan asosiasi.

“Sesuai dengan protokol kesehatan yang terdapat dalam SE (Surat Edaran) Bupati Bantul tentang pelaksanaan Idul Adha di sedang pandemi Covid-19 di satu bintik pemotongan maksimal 40 orang. Maka kita menjaga agar tidak ada kerumunan orang, ” katanya.