REPUBLIKA. CO. ID, SLEMAN — Kemendikbudristek mulai menggelar rapat pleno seleksi penerimaan mahasiswa internasional melalui skema beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (BKN). Skedul diikuti perwakilan 23 sekolah tinggi dalam negeri (PTDN).

Koordinator Penguatan Kelembagaan Perguruan Agung Kemendikbudristek, Endang Taryono mengucapkan, beasiswa ini merupakan bentuk diplomasi negara Indonesia. Yang mana, mencakup bidang pendidikan, kebudayaan, sosial, bahkan ekonomi.

“Pemberian beasiswa menarik minat pelajar-pelajar internasional melanjutkan pendidikan di universitas-universitas Indonesia, sehingga akan memberi dampak dengan baik bagi peningkatan universitas tempat penerima beasiswa tersebut, ” kata Endang, Kamis (3/6).

Endang menuturkan, zaman ini ada 23 universitas mitra penyelenggara beasiswa KNB meliputi program S1, S2, dan S3. Namun, kelanjutan pandemi covid ada pos-pos beasiswa yang tidak dapat dilaksanakan, sehingga berpengaruh bagian beasiswa.

Di dalam rangkaian seleksi beasiswa KNB tahun ini, tercatat total pendaftar beasiswa KNB tarikh ini sudah mencapai dua. 914 pendaftar. Jumlah itu mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari 2019 berantakan sebanyak 91, 65 komisi.

Setelah dilakukan seleksi kelengkapan berkas, 2. 122 perekam dinyatakan lolos. Selanjutnya, pilihan dilakukan oleh masing-masing PTDN pengelola beasiswa KNB, maka diperoleh jumlah 404 perekam yang dinyatakan lolos.

“Pada tahap akhir, melalui kerap pleno PTDN pengelola dana siwa KNB ini, akan ditetapkan 268 pendaftar yang dinyatakan lolos dan menerima khasiat beasiswa KNB 2021, ” ujar Endang.

Rapat pleno digelar di Universitas Islam Indonesia (UII) dengan adat kesehatan ketat. Tahun tersebut, UII sendiri UII menjadi satu diantara perguruan tinggi opsi pertama pelajar-pelajar internasional yang akan mendaftar.

Rektor UII, Prof Fathul Wahid, mengaku sangat mendukung beasiswa KNB. Menurut Fathul, beasiswa KNB bukan hanya bentuk kegiatan sama negara-negara berkembang, akan tetapi juga memajukan kualitas pelajaran Indonesia di kancah universal.

“Kami melihat beasiswa tersebut secara nasional akan memajukan pendidikan Indonesia dan dengan global juga membantu mengetengahkan pendidikan di negara-negara berkembang, ” kata Fathul.