Saat tersebut, penahanan terhadap keduanya telah bergeser menjadi kewenangan Pengadilan Tip

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dua terdakwa perkara suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dalam Kementerian PUPR pada tahun taksiran 2017/2018 ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dua tersangka, yakni mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo.

“Pada hari Jumat (11/12), jaksa KPK Dian Hamisena telah melimpahkan berkas perkara terdakwa Rizal Djalil dan Leonardo Jusminarta Prasetyo ke Pengadilan Tipikor pada Mahkamah Negeri Jakarta Pusat, ” kata pendahuluan Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/12).

Saat ini, kata Ali Fikri, penahanan terhadap keduanya telah beringsut menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Jakarta. “Selanjutnya, JPU (jaksa penuntut umum) menunggu penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan, ” ucap Ali.

Adapun terdakwa Rizal Djalil didakwa dengan Pencetus 12 huruf a atau b Undang-Undang Tipikor atau Pasal 11 UU Tipikor, sedangkan terdakwa Leonardo didakwa dengan Pasal 5 tulisan a atau b UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 13 UU Tipikor jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam pengembangan kasus SPAM, KPK telah menetapkan Rizal dan Leonardo sebagai tersangka pada tanggal 25 September 2019. Dalam konstruksi perkara disebut pada bulan Oktober 2016, BPK melakukan pemeriksaan pada Direktorat SPAM Kementerian PUPR sebagaimana tertuang dalam Surat Tugas BPK tertanggal 21 Oktober 2016.  

Surat ditandatangani oleh tersangka Rizal dalam kapasitas sebagai Anggota IV BPK. Awalnya, diduga temuan sebab pemeriksaan tersebut adalah sebesar Rp18 miliar. Namun, kemudian berubah menjelma sekitar Rp 4, 2 miliar.

Sebelumnya, Direktur SPAM memperoleh pesan adanya permintaan uang terpaut dengan pemeriksaan oleh BPK RI sebesar Rp 2, 3 miliar. Tersangka Rizal diduga pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya, lalu menyampaikan akan ada pihak yang mewakilinya untuk bertemu dengan Eksekutif SPAM.

Selanjutnya, perwakilan Rizal datang ke Direktur SPAM, berserakan menyampaikan ingin ikut serta di pelaksanaan/kegiatan proyek di Direktorat SPAM. Proyek yang diminati adalah rencana SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79, 27 miliar.

Proyek SPAM JDU Hongaria tersebut dikerjakan PT Minarta Dutahutama. Dalam perusahaan ini, Leonardo berposisi sebagai komisaris sempurna.

Sebelumnya, sekitar tahun 2015/2016 tersangka Leonardo diperkenalkan kepada Rizal di Bali oleh seorang pelerai. Leonardo memperkenalkan diri sebagai kontraktor proyek di Kementerian PUPR.  

Melalui seorang perantara, Leanordo menyampaikan akan menyerahkan uang Rp 1, 3 miliar dalam wujud dolar Singapura untuk Rizal meniti pihak lain. Uang tersebut pada akhirnya diserahkan kepada Rizal meniti salah satu pihak keluarga, yaitu sejumlah 100. 000 dolar Singapura dalam parkiran sebuah pusat perbelanjaan pada Jakarta Selatan.

 

sumber: Antara