Saat tersebut BSSN menunggu hasil penyelidikan dan verifikasi dari tim BPJS Kesehatan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Lembaga Siber dan Sandi Negeri (BSSN) hingga saat itu masih menyelidiki dugaan bocornya data pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang terkuak Mei lalu. “Investigasi masih dilakukan, ” kata juru bicara BSSN Anton Setiawan, Sabtu (5/6).

Menurut Anton, saat ini BSSN menunggu buatan penyelidikan dan verifikasi sejak tim BPJS Kesehatan. Bahan 279 juta pengguna BPJS Kesehatan diduga bocor di dalam Mei lalu dan diperdagangkan di situs gelap RaidForums.  

Peretas mengklaim 20 data itu memiliki foto. Peretas pula mengklaim mengantongi satu juta sampel data yang bisa diunduh secara gratis. Petunjuk yang diklaim peretas berisi nomor Kartu Tanda Warga, nomor telepon, alamat sendi, gaji, dan alamat email.

Setelah peristiwa tersebut, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan BSSN, Kementerian Hubungan dan Informatika, Polri, Departemen Pertahanan, Kementerian Koordinator Dunia Politik, Hukum, dan Ketenteraman serta Kementerian Koordinator Bagian Pembangunan Manusia dan Kultur untuk menyelidiki dugaan data bocor ini.

Pada Selasa (25/5) berserakan, BPJS menyatakan mereka sedang menyelidiki dugaan data berburai dan penelusuran jejak digital, sambil berusaha mencegah kekacauan keamanan data lebih sendat. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti di Mei lalu mengatakan lembaga tersebut sudah mengaplikasikan pengampu internasional sistem manajemen keamanan informasi ISO 27001.

Ghufron juga mengisbatkan BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. BPJS Kesehatan pula melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri karena telaahan terdapat peretasan.

Kementerian Kominfo beberapa masa lalu memblokir situs RaidForums karena menyebarkan konten dengan tidak sesuai dengan susunan di Indonesia dan tautan yang digunakan untuk menyerakkan data BPJS Kesehatan yang diduga bocor, yaitu anonfiles. com, bayfiles. com, serta mega. nz. Kominfo dan BPJS Kesehatan belum menginformasikan lagi perkembangan penyelidikan kasus ini.

sumber: Antara