REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA — Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Penting Yogyakarta, meluncurkan awan radang guguran dengan jarak meluncur sejauh 1. 500 meter (1, 5 km) ke arah barat daya di dalam Jumat malam (7/5).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebutkan gegana panas guguran itu terjadi pada pukul 21. 49 WIB.

“Awan panas guguran tercatat di seismogram secara amplitudo 39 mm & durasi 144 detik, ” kata dia melalui tanda resminya di Yogyakarta, Jumat (7/5).

Pada periode pengamatan pukul 12. 00 datang 18. 00 WIB, gunung api aktif itu pula tercatat mengalami 39 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-17 mm selama 14-140 detik, dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-6 mm selama 21-24 detik.

Berikutnya, kepala kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 3 mm selama 8 detik, 41 kali gempa fase penuh dengan amplitudo 3-21 mm selama 5-16 detik, beserta satu vulkanik dangkal secara amplitudo 72 mm semasa 24 detik. Hingga masa ini, BPPTKG masih menegakkan status Gunung Merapi di dalam level III atau waspada.

Guguran lava dan gegana panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke provinsi sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, & Putih. Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dibanding Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari teratas gunung.

sumber: ANTARA