Carolina Marin adalah peraih emas sendiri putri bulu tangkis di dalam Olimpiade 2016.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Pebulu menjawab tunggal putri asal Spanyol Carolina Marin pada Selasa (1/6) mengumumkan bahwa dirinya tidak akan tampil pada Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang. Carolina Marin menderita cedera anterior cruciate ligament (ACL).

Menggunakan pernyataan tertulis yang diunggah dalam akun Twitter pribadinya, @carolinamarin, Selasa, Marin membaca bahwa berdasarkan pemeriksaan medis, ia mendapati robekan dalam ACL dan meniscus di lutut kirinya. “Saya bakal menjalani operasi pekan ini dan mulai melakukan pemulihan, ” tulis Marin.

“Ini adalah pukulan lain yang kudu saya terima, tapi saya tentu akan kembali. Persiapan selama dua bulan belakang ini sangat sulit untuk saya karena beberapa asas yang di luar pengaruh tim, tapi kami awalnya gembira dan yakin bahwa saya akan berada di dalam performa terbaik untuk Olimpiade. Namun itu tidak jadi, ” sambung dia.

Sebelumnya, Marin mengeluhkan mengecap tidak nyaman pada lututnya saat sedang latihan persiapan Olimpiade Tokyo, Jumat (28/5) lalu. Ia pun terpaksa keluar dari latihan buat menjalani pemeriksaan medis.

Cedera ACL ini merupakan yang ke-2 kalinya bagi Marin sepanjang kariernya sebagai pebulu menjawab. Peraih emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro tersebut juga pernah mendapati luka serupa saat berlaga pada final Indonesia Masters 2019.  

Kondisi tersebut memaksa Marin harus absen dari segenap turnamen selama sekitar tujuh bulan untuk bisa reda dan kembali berkompetisi. Tetapi, Marin berhasil menandai comeback-nya dengan menjuarai turnamen BWF World Tour Super 1000 China Open 2019 sesudah mengalahkan wakil Taiwan, Tai Tzu Ying.

Sementara pada tahun ini, peraih tiga membuat juara dunia itu juga sempat mengeluh sakit di dalam otot tungkai bawahnya selepas menjuarai Swiss Open 2021 yang memaksanya terpaksa mangkir dalam All England 2021 karena harus pemulihan.

sumber: Antara