Pesawat Vietnam diduga menggunakan pukat untuk curi ikan di Natuna

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA— Citra satelit mengungkap kapal-kapal Vietnam mencuri sumber daya alam perikanan Indonesia di perairan Natuna Melahirkan dengan menggunakan alat mengambil pair trawl atau rajut yang bisa merusak biota laut.

Peneliti lantaran Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), Andreas Aditya, pada konferensi pers daring yang dipantau di Jakarta, Kamis (29/4), menyebutkan intensitas acara illegal fishing di segara Natuna Utara mulai berlaku pada Februari dan berserang banyak pada April 2021.

Andreas mengatakan pusat kegiatan pencurian ikan yang diduga kuat dikerjakan oleh kapal Vietnam berlaku di koordinat 5 maka 6 derajat Lintang Memajukan dan 105 hingga 109 derajat Bujur Timur dengan luas area kurang lebih 100 ribu kilometer persegi.

Kapal ikan Vietnam bertambah banyak berada di daerah ZEE Indonesia dan kira-kira kali memasuki wilayah selat Indonesia dengan melintasi coreng landas kontinen.

“Laut Natuna Utara oleh karena itu primadona dan menjadi incaran kapal asing yang diduga kuat melakukan illegal fisihing karena kekayaan sumber gaya ikan. Selain itu, kedudukan geografis yang berbatasan langsung dengan Vietnam dan Malaysia, sehingga menyebabkan tingkat kerawanan jadi tinggi, ” sebutan Andreas.

IOJI menggunakan penggabungan pencitraan planet untuk meningkatkan akurasi deteksi hingga 100 persen. Daripada pencitraan satelit tersebut didapatkan bahwa kapal ikan dengan diduga kuat dari Vietnam menggunakan alat tangkap pukat yang ditarik dengan memakai dua kapal secara berpasangan.

“Alat tangkap ini tidak ramah dunia karena bisa menyapu segenap biota laut termasuk terumbu karang dan ikan-ikan mungil, ” kata dia.

Berdasarkan laporan aparat yang berpatroli di segara Natuna Utara menyebutkan sekelompok kapal ikan tersebut dikawal kapal pengawas atau coast guard dari Vietnam.

Andreas menerangkan kapal-kapal ikan tersebut tercitra berhimpun di area ZEE Indonesia pada awal Februari maka Maret 2021 dengan sesekali beberapa kapal memasuki wilayah perairan Indonesia. Namun, di akhir Maret hingga April 2021, kapal-kapal ikan itu secara bergerombol dengan berani memasuki wilayah perairan Indonesia dan mengeruk sumber gaya perikanan di Natuna Utara.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Gaya Kelautan dan Perikanan KKP Suharta mengatakan pemerintah telah melakukan penangkapan kapal langka yang diduga mencuri ikan di perairan Natuna Melahirkan sebanyak 82 unit. Sepanjang April 2021, pemerintah menangkap lima unit kapal yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.    

 

sumber: Jarang