Pemkot membolehkan acara per di hotel dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

REPUBLIKA. CO. ID, BOGOR — Pemerintah Tanah air (Pemkot) Bogor sudah menegaskan tidak ada perayaan tahun baru yang menimbulkan kerumunan. Hanya saja, kegiatan operasional usaha restoran, pariwisata, dan usaha jasa lainnya masih diperbolehkan melaksanakan kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Menyikapi tersebut, sejumlah hotel di Kota Enau tetap mengadakan acara pada malam pergantian tahun baru. Ketua Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan, di Kota Bogor cuma ada delapan hotel yang menghadirkan acara saat pergantian tahun belakang.

“Acara tetap dilanjut, cuma protokol kesehatan ketat. Segar sekitar tujuh hingga delapan hotel saja sih (yang mengadakan acara), ” ujar Yuno ketika dihubungi Republika , Ahad (13/12).

Yuno menjelaskan, PHTI sudah melakukan konfirmasi ke Pemkot Bogor terkait pengadaan acara era pergantian tahun baru. Hasilnya, hotel diperbolehkan menjual paket ruangan & makan malam. Pun dengan kegiatan hiburan juga diperbolehkan, dengan pesan menerapkan protokol kesehatan yang saksama dan tidak menimbulkan kerumunan.

Acara yang hiburan yang dimaksud Yuno, antara lain ialah makan malam dengan iringan musik dan barbeque atau pesta makan daging. Namun, dia menegaskan tidak tersedia acara perayaan tahun baru secara kembang api. “Acara hanya dinner & diiringi live music saja. Ada pula barbeque tumpuan. Kalau kembang api enggak , ” ucap Yuno.

Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring Satgas Covid-19 Tanah air Bogor, Pemkot Bogor menegaskan tak ada perayaan tahun baru secara berkerumun. Hal itu disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 003. 2/4743-Huk. HAM tentang Tertib Kegiatan Klub Pada Malam Pergantian Tahun Mutakhir 2020-2021 pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

“Pertama, tidak diperkenankan untuk melaksanakan perayaan kegiatan malam pergantian Tarikh Baru 2020-2021 yang berpotensi menciptakan kerumunan atau keramaian pada kegiatan masing-masing, ” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.