Rata-rata poin para pembalap sangat mungil karena ketiadaan konsistensi.

REPUBLIKA. CO. ID, BARCELONA — Meski hanya dua kali naik podium daripada tujuh seri yang telah digelar di MotoGP musim ini, tapi pembalap asal Italia, Andrea Dovizioso, berhasil memuncaki klasemen sementara pembalap. Pembalap Mission Winnow Ducati itu unggul satu poin dari pesaing terdekatnya, Fabio Quartararo dan Maverick Vinales, yang berada di peringkat kedua dan ketiga secara beruntun.

Dari tujuh seri yang telah digelar, Dovizioso berpunya menjadi yang tercepat di seri keempat, tepatnya di GP Austria. Selain itu, pembalap berusia 34 tahun itu finis di gaya ketiga di seri pembuka MotoGP musim ini, di GP Spanyol. Selebihnya, Dovizioso hanya mampu sudah di posisi ke-11, keenam, & kelima.

Di perut seri terakhir, yang digelar pada Sirkuit Misano, Italia, Dovizioso mengakhiri balapan di peringkat ketujuh & kedelapan. Namun, saat MotoGP memberhentikan seri ketujuh, di GP Emilia-Romagna, dua pekan lalu, Dovizioso bisa menggeser Fabio Quartararo di teratas klasemen sementara pembalap.

Kondisi ini tidak terlepas dari konsistensi Dovizioso, yang selalu berhasil mengakhiri lomba dan meraih poin. Dovizioso menjadi pembalap ketiga, selain Takaaki Nakagami dan Alex Marquez, yang mampu menyelesaikan lomba, di gelaran MotoGP musim ini. Rata-rata Dovizioso mampu memetik 12 poin per sesi balapan.

Dovizioso mengaku terjaga bisa memimpin klasemen sementara pembalap. Pasalnya, selain di GP Spanyol dan GP Austria, Dovi merasa tidak tampil secara maksimal. ”Kompetisi musim ini benar-benar kompetisi dengan gila. Setiap pembalap sepertinya menikmati kesulitan tersendiri, ” ujar Dovi seperti dilansir Crash , Jumat (25/9).

Runner-up MotoGP musim lalu itu pun menyuarakan, persaingan perebutan gelar juara MotoGP musim ini baru benar-benar dimulai di GP Katalunya, akhir minggu ini. ”Rata-rata poin yang mampu dikumpulkan pembalap sangat kecil karena ketiadaan konsistensi. Jadi, sepertinya musim ini dimulai saat ini sebab selisih poin yang tipis kurun pembalap di papan klasemen sementara, ” jelasnya.

Sayangnya, Dovizioso justru mengaku tidak sungguh-sungguh yakin bisa tampil kompetitif pada GP Catalunya, yang bakal digelar di Sirkuit Barcelona-Katalunya. Pasalnya, dia masih berharap ada sedikit mutasi di motor tunggangannya. Apalagi situasi dan karakteristik Sirkuit Barcelona bertentangan dengan Sirkuit Misano. ”Akhirnya di atas kertas, setiap pembalap selayaknya memiliki peluang untuk menjadi ahli, ” kata dia.