Bansos daerah Jabar senilai Rp 500 ribu adalah satu dari delapan pintu bantuan

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG– Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersama Forkopimda Jabar membagikan ribuan paket sembako di 4 daerah, yakni Kab. Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar, Minggu (5/7).   “Kami melakukan bakti sosial sekaligus monitoring penanganan COVID-19 di empat daerah, ” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Menurut Emil, pendistribusian bansos provinsi tahap II akan lekas dilakukan. Data yang sempat menghambat distribusi terus diperbaiki dan diperbarui, supaya tepat sasaran dan berkeadilan. Maka itu, ia meminta seluruh masyarakat turut mengawasi pendistribusian bansos.   “Bansos terus kita laksanakan, mohon monitoring dan evaluasi sejak semua pihak termasuk media. Penerima bansos akan terus di-update, ” katanya.  

Emil mengatakan, pandemi Covid-19 menghadirkan perut persoalan. Yakni darurat kesehatan & darurat ekonomi. Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk menyelesaikan dua kasus tersebut.   “Covid-19 bukan hanya darurat kesehatan, tapi juga genting ekonomi. Sekarang, 2/3 warga Jabar membutuhkan bantuan, ” katanya.  

Padahal, kata Emil, sebelum ada pandemi Covid-19, penyambut bantuan sosial di Jabar cuma 25 persen dari total penduduk. Sekarang menjadi 63 persen. “Maka kami distribusikan bantuan sosial, termasuk hari ini kami bagikan langsung, ” katanya.

Menurutnya, Bansos provinsi Jabar senilai Rp 500 ribu adalah satu dari delapan pintu bantuan. Tujuh kesempatan bantuan lainnya adalah Kartu Kalender Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Dana Dukuh (bagi kabupaten), bantuan sosial (bansos) dari presiden, serta bansos dari kabupaten/kota.

Emil mengapresiasi Gugus Tugas Kabupaten Tasikmalaya & Kota Banjar dalam memutus timbil rantai sebaran COVID-19. Level kecermatan dua daerah itu berada dalam zona biru (level 2). Sementara Kab. Ciamis dan Pangandaran beruang di zona kuning (level 3).   “Jabar banyak diapresiasi di penanggulangan COVID-19 karena keterkendaliannya. Moga semua daerah secepatnya menjadi kawasan hijau, ” katanya.

Emil bersama Forkopimda mengendarai sepada motor dalam kegiatan tersebut. Selain memudahkan akses menuju desa-desa, ia bersama Forkopimda menyerap aspirasi masyarakat sepanjang perjalanan. “Sengaja naik motor supaya lebih santai dan rombongan tidak terlalu besar, juga mampu berhenti kalau ada permasalahan di jalan atau di desa-desa, ” katanya.