Penerapan ganjil-genap di Kota Bogor sudah masuk hari ketiga.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Penerapan sistem ganjil-genap di Kota Bogor sudah memasuki hari ke-tiga. Meski arus lalu lintas terpantau lengang dan mobilitas masyarakat berkurang, efektivitas ganjil-genap masih akan dievaluasi apakah akan diterapkan pada hari kerja atau tidak.

Pantauan Republika di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor, arus lalu lintas nampak sepi. Tak banyak kendaraan yang diputar balik oleh petugas seperti dua hari sebelumnya serprt yang terlihat di check point ganjil-genap Simpang Terminal Baranangsiang.

Terpantau janya sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat yang masuk ke pusat Kota Bogor dari arah Tajur. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan kendaraan di check point tersebut.

Bagi kendaraan yang plat nomor kendaraannya ganjil atau sesuai ketentuan diperbolehkan masuk ke pusat Kota Bogor. Sedangkan, kendaraan dengan plat nomor akhir genap diarahkan masuk ke GT Bogor atau kembali menuju Jalan Pajajaran arah Tajur.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, sejauh ini aturan ganjil genap memang cukup efektif dalam membatasi mobilitas masyarakat. Jika dibandingkan dengan penyekatan pada PPKM Darurat sebelumnya.

“Kalau efektivitas tentu ganjil-genap. Sasaran jelas membedakan plat kendaraan, lebih gampang. Tapi tentu kita melihat apakah sektor yang dimaksud dalam aturan pemerintah pusat itu kita harus cek ke hulunya. Jadi Kalau dari pembatasannya cukup efektif, tapi sektor-sektor yang diizinkan itu harus ditinjau lebih lanjut,” kata Ferdy ketika ditemui di Terminal Baranangsiang, Ahad (25/7).

Lebih lanjut, Ferdy mengatakan, sistem ganjil-genap kan dievaluasi bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor dan jajaran Forkopimda. Apakah akan kembali diberlakukan pada hari kerja atah tidak.

Hal itu, kata dia, akan diputuskan sambil menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai kelanjutan PPKM Darurat. “Kami akan evaluasi ganjil genap dalam kurun waktu tiga hari ini. Juga malam ini menunggu pemerintah pusat bagaimana kelanjutan PPKM Daruat ini, intinya malam ini akan kami bahas,” ucapnya.

Diketahui, sistem ganjil-genap kembali diterapkan di Kota Bogor mulai Jumat (23/7) hingga Ahad (25/7). Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sistem ganjil-genap ini diterapkan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Sebab, Kota Bogor merupakan kota perlintasan, mulai dari pusat kuliner hingga pusat perbelanjaan. Selain menerapkan sistem ganjil-genap, sejumlah personel juga dikerahkan untuk menjaga kawasan pasar.

“Karakteristik Kota Bogor ada di tengah, terdapat lintasan tidak bisa lewat jalan lain. Kami memikirkan supaya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi tspi tetap mengurangi mobilitas. Dari melarang jadi mengatur, di pasar sentral juga kami atur,” jelasnya.

Berdasarkan data dari petugas di lapangan, pada Jumat (23/7) total ada 5.158 kendaraan 5.158 kendaraan roda dua dan roda empat telah diputarbalik arah oleh petugas. Sedangkan, pada hari ke-dua tercatat ada 7.982 kendaraan yang diputarbalik. Total kendaraan yang ditindak hari ini masih akan dihitung oleh petugas dari beberapa titik check point.