Restoran mulai menyambut pesanan bento atau mulia porsi makanan untuk dibawa pulang.

REPUBLIKA. CO. ID,   SINGAPURA — Beberapa restoran pada Singapura kembali menyediakan bento atau satu porsi makanan untuk dibawa pulang menyusul langkah pemerintah setempat melakukan penguncian ( lockdown ). Pemerintah Singapura pada Jumat (14/5) mencanangkan larangan makan di restoran mulai 16 Mei maka 13 Juni mendatang.  

Seperti dilansir Channel News Asia , Sabtu (15/5), keputusan sejumlah restoran dalam Singapura membuat makanan istimewa dibawa pulang ini tidak hal baru. Ketika restoran terpaksa tutup karena pandemi tahun lalu, telah berlaku pergolakan gila-gilaan bagi seluruh restoran yang harus menemukan kembali model bisnis itu.  

Platform e-commerce dibangun dalam semalam, kemasan makanan dengan dengan cepat berganti buat memberikan layanan take away , serta sistem pengiriman. Beberapa tanda setelah pengumuman lockdown, restoran seperti Korea modern Tinggi hati menampilkan menu Meta To Go-nya di Instagram Stories.  

Sementara restoran kelas atas Saint Pierre mengungumkan menu makanan bento atau take away mereka. “Ini bukanlah hal gres. Kami sudah melakukannya tahun lalu, jadi ini ialah sesuatu yang sudah saya mulai kumpulkan, ketika ana kembali ke fase tersebut untuk mengantisipasi lockdown sedang, ” kata salah satu pemilik Emmanuel Stroobant Group yang menaungi Saint Pierre dan Restoran Jepang Shokouwa, Edina Hong.

“Anehnya, kami berangkat menerima panggilan pesanan lekas setelah pengumuman dibuat, serta mereka menanyakan apakah saya akan membuat menu bento kami atau tidak, ” kata dia.

Juru bicara OUE Restaurants berbagi pandangan semacam. OUE Restaurants mengelola restoran Jepang superior Singapura, Restoran Takayama, dan restoran binchotan-grill modern VUE,  

“Kami nyata lebih siap kali tersebut, setelah pernah melalui itu sebelumnya. Kami kembali ke apa yang kami sudah lakukan, yaitu menu take away. Kami akan menjalankan menunya akhir pekan tersebut dan memulainya sesegera mungkin, ” kata dia.

Lockdown kali ini tentu tidak terlalu mengkhawatirkan karena pengelola restoran sudah belajar dari piawai mereka. Ketika mereka mampu membuka kembali ruang santap mereka, pelanggan akan sangat senang untuk kembali.

“Di zaman seperti ini, kami sungguh-sungguh tidak mencari uang, tetapi untuk menyelamatkan pekerjaan. Tunggal tujuan adalah untuk menyentuh titik impas. Tahun awut-awutan ada bantuan sewa dari pemerintah, jadi kami nanti dan lihat apakah ana mendapat bantuan dari pemerintah. Kami ingin berasumsi kalau mereka akan membantu, ” ucap Hong.

“Ada banyak kewaswasan pada periode ini. Namun, menurut saya, hal dengan paling diingat adalah melalaikan ini bersama-sama, dan yang utama adalah kesejahteraan pelanggan dan staf. Yang paling penting adalah setiap karakter memiliki ketenangan pikiran, kalau orang-orang merasa aman serta bahwa pekerjaan mereka tak dalam bahaya, ” logat juru bicara OUE Restaurants.