Mantan Kepala‎ KKPP PMA 3 Jakarta itu tetap dihukum 6, 5 tarikh penjara.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan upaya patokan banding jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Yul Dirga. Mantan Kepala‎ Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Simpanan Asing (KPP PMA) 3 Jakarta itu tetap dihukum 6, 5 tahun penjara sebagaimana putusan pengadilan tingkat pertama pada Pengadilan Daerah Jakarta Pusat.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Yul Dirga dengan pidana penjara selama enam tahun enam bulan dan denda sejumlah Rp 300 juta secara ketentuan apabila denda tersebut tak dibayar, maka diganti dengan kejahatan kurungan selama tiga bulan, ” seperti dikutip dari Direktori Vonis MA, Ahad (25/10).

Di dalam putusannya, Yul Dirga juga dijatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti 18. 425 dollar AS, 14. 400 dollar AS, dan Rp 50 juta. Uang pengganti kudu dibayarkan selambat-lambatnya satu bulan sesudah keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Apabila Yul Dirga sedang belum melunasinya, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Tetapi, jika masih belum mencukupi, oleh sebab itu Yul Dirga akan dipidana kurungan selama satu tahun.

Putusan banding ini diadili oleh Pemimpin Majelis Hakim Andriani Nurdin dengan hakim anggota yakni, Mohammad Lutfi, Singgih Budi Prakoso, Jeldi Ramadhan dan Anthon R Saragih. Putusan ini sama seperti putusan meja hijau tingkat pertama pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menjatuhkan balasan enam tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp 300 juta subsider tiga bulan pasung.

Yul Dirga terbukti menyambut suap senilai 18. 425 dollar AS, 14. 400 dollar AS, dan Rp 50 juta sebab Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim dan Katherine Tan Foong Ching selaku Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE LTD. Tujuan suap  agar Yul Dirga dan tiga orang penyelidik pajak KPP PMA Tiga Jakarta yaitu Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi menyetujui permohonan lebih bayar pajak (restitusi) dengan diajukan PT WAE tahun retribusi 2015 dan 2016.

Yul Dirga terbukti secara sah serta meyakinkan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tarikh 2001 tentang Pemberantasan Tindak Kejahatan Korupsi jo Pasal 55 Bagian (1) ke-1 KUHP jo kausa 65 ayat (1) KUHP