Jumlah tamu di Baturraden masih jauh dari kuota yang ditetapkan Gubernur Jateng

REPUBLIKA. CO. ID, BANYUMAS — Warga dari bermacam-macam wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat berwisata ke Lokawisata Baturraden guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan Covid-19.

Dari pantauan di Lokawisata Baturraden, Jumat (14/5), rombongan wisatawan lokal tampak mengantre pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan oleh petugas pra memasuki area penjualan kartu objek wisata milik Negeri Kabupaten (Pemkab) Banyumas itu.

Demikian pula ketika memasuki kesempatan gerbang Lokawisata Baturraden, wisatawan lokal itu tetap menjaga jarak ketika petugas mengamati tiket tanda masuk. Apalagi ketika menikmati panorama tempat di Lokawisata Baturraden, itu tetap menggunakan masker walaupun sesekali maskernya dibuka cuma sekadar untuk berswafoto.

Salah seorang wisatawan asal Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Yanto mengaku tetap berusaha menerapkan prokes meskipun kadang maskernya dibuka untuk sekadar berswafoto.

“Tapi sebelumnya, saya pastikan tak ada orang lain pada sekitar saya. Kalau seandainya enggak ada orang asing, saya baru buka masker untuk berfoto, setelah tersebut dipakai lagi, ” katanya.

Wisatawan lainnya, Toto mengaku suka karena Pemkab Banyumas tidak menutup objek wisata, jadi warga yang tidak pegangan masih bisa menghilangkan kejenuhan saat libur Lebaran.

“Bayangkan selalu kalau seluruh objek wisata ditutup, para perantau yang tidak bisa mudik serupa saya mau ngapain selama di perantauan. Kerjaan libur, di rumah terus ya bosan, sehingga saya bergandengan keluarga memutuskan untuk berwisata saja, ” kata perantau asal Surabaya itu.

Awalnya dia mengaku khawatir terjadi klaster penyebaran Covid-19 ketika hendak memutuskan untuk berwisata pada Lokawisata Baturraden. Akan tetapi setelah melihat kondisi pada lapangan, dia optimistis Pemkab Banyumas mampu mengantisipasi terjadinya klaster Baturraden dengan implementasi prokes ketat.

“Persiapan Pemkab Banyumas untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Lokawisata Baturraden memang luar biasa. Namun kita tentunya tetap harus perdata, jangan sampai lengah, lestari melaksanakan prokes selama berpelesir, ” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Biro Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Wakhyono Ghozali mengakui pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan cara mencegah penyebaran Covid-19 pada Lokawisata Baturraden.

Selain itu pihaknya juga mengikuti kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang membatasi jumlah pengunjung paling penuh 30 persen dari daya maksimal. “Namun dalam praktiknya, jumlah pengunjung Lokawisata Baturraden masih jauh dari catu yang ditetapkan Gubernur Jawa Tengah sebesar 30 tip dari kapasitas maksimal, ” katanya.

Menurut dia, hal itu dikarenakan luas lahan di Lokawisata Baturraden secara keseluruhan invalid lebih 16, 85 hektare, sedangkan luas lahan dengan bisa dijamah manusia sekitar 10 hektare.

Ia mengatakan kalau dari lahan seluas 10 hektare itu mampu menampung 100 ribu orang, jadi ketika jarak antarmanusianya dibatasi 2 meter, lahan itu mampu diisi sekitar 50 ribu orang.

Dengan demikian kala jumlah pengunjung Lokawisata Baturraden dibatasi maksimal 30 obat jerih, kata dia, objek wisata tersebut bisa dikunjungi oleh 15 ribu orang. Tetapi dalam praktiknya, jumlah wisatawan yang datang masih kurang dari 30 persen karena sampai siang ini sekadar baru tercatat 1. 081 orang dan sampai menutup sore nanti diperkirakan mencapai kisaran 2. 000 orang.

“Sedangkan pada hari pertama lebaran kemarin (13/5), jumlah pengunjungnya hanya sebanyak 503 karakter, ” katanya.

Ia mengakui pengunjung yang berwisata di Lokawisata Baturraden pada libur Lebaran 2021 didominasi wisatawan lokal dan sebagian dari beberapa kabupaten tetangga. Menurut dia, hal itu disebabkan adanya kebijakan larangan mudik dan pembatasan mobitas warga di beberapa wilayah Jawa Sedang.

“Kami optimistis bisa menyuguhkan wisata dengan maksimal meskipun awak juga melaksanakan prokes dengan ketat dengan sarana serta prasarana yang melebihi sebab ketentuan yang ada. Kemudian juga ada aplikasi Banyumas Tangguh hasil kerja sama dengan Polresta Banyumas yang di dalamnya sudah tersedia dokumen pribadi terkait secara kondisi kesehatan wisatawan, jadi screening yang kami terapkan Insya Allah bisa memenuhi syarat, bahkan lebih daripada itu, ” katanya.

sumber: Antara