IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kesehatan Oman, Ahmed Mohammed al-Saeedi mempertahankan keputusannya untuk menerapkan penguncian penuh selama perayaan Idul Adha 1442 H mendatang. Karena, Kesultanan Oman terus memerangi dampak buruk dari krisis virus corona.

Dalam konferensi pers ke-25 yang diadakan Komite Tertinggi yang bertugas menangani perkembangan akibat pandemi virus corona, Ahmed Mohammed al-Sa’eedi mengakui bahwa banyak pertanyaan yang diajukan masyarakat tentang keputusan tersebut.  

 â€œBanyak pertanyaan diajukan tentang lockdown total selama Idul Iduk yang akan datang seolah-olah anggota Komite Tertinggi tidak memahami kesengsaraan yang dialami oleh semua orang dan hanya ingin menghalangi orang untuk merayakannya,” ujarnya dikutip dari arabianbusiness, Jum’at (9/7).

Namun, menurut dia, kebijakan lockdown tersebut merupakan usaha terbaik kesultanan untuk meminamilir penyebaran Covid-19.  “Tujuannya jelas. Anggota Komite Tertinggi mencoba yang terbaik untuk mengekang penyebaran pandemi dan menyelamatkan nyawa orang,” ucapnya.

“Bagaimana beberapa orang bisa merayakan Idul Fitri sementara yang lain bergulat dengan meningkatnya jumlah kematian? Entah bagaimana, semua terpengaruh oleh lockdown, tetapi musim perayaan dapat dikompensasi setelah pemberantasan pandemi,” jelasnya.

Ahmed mengungkapkan bahwa pertemuan yang berlangsung selama liburan Idul Fitri kemarin telah menyebabkan lonjakan infeksi dan kematian di seluruh negeri. Karena itu, menurut dia, kesultanan kini meniadakan salat Idul Adha, pasar tradisional, dan meniadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Seperti diketahui, tingkat vaksinasi di negara tersebut telah mencapai 36 persen. Pada Rabu (7/7) kemarin, kata Ahmed,  total 1,9 juta vaksin telah diterima di Kesultanan Oman.

Direktur Departemen Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Oman, Badr Saif al-Rawahi mengatakan bahwa dua juta orang akan divaksinasi di Oman setelah liburan Idul Adha. Menurut dia, jumlah dosis vaksin di Kesultanan Oman diperkirakan mencapai tiga juta selama Agustus dan September 2021.

“Sejauh ini, kami mengimunisasi sekitar 40.000 orang setiap hari,” katanya.