Keputusan-keputusan keliru petugas asisten wasit video (VAR) mewarnai tiga laga.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Keputusan-keputusan keliru petugas asisten wasit gambar (VAR) mewarnai tiga laga pasar ke-34 Liga Premier Inggris dengan berlangsung Kamis (9/7) malam masa setempat (Jumat dini hari WIB).

Hal itu dikonfirmasi oleh bagian operator Liga Premier dalam agenda Match of the Day ajaran BBC , begitu laporan yang diturunkan BBC , Jumat (10/7).

Semalam, Manchester United menggagalkan tuan rumah Aston Villa 3-0 di Villa Park diawali dengan gol Bruno Fernandes dari bintik putih setelah ia “dilanggar” Ezri Konsa.

Tayangan ulang memperlihatkan Fernandes lebih dulu menjejak kaki Konsa, sebelum menjatuhkan diri dan mendapat hadiah tendangan hukuman dari wasit Jonathan Moss dengan berkonsultasi dengan VAR.

Gol penalti Fernandes mengubah jalannya pertandingan yang sebelumnya dikuasai Villa, tetapi menurut Liga Premier dalam laporan BBC MU seharusnya tak mendapat hadiah tendangan penalti dan keputusan wasit serta VAR keliru.

Di pertandingan asing, Southampton memperoleh tendangan penalti zaman bertandang ke markas Everton lamun gagal dieksekusi oleh James Ward-Prowse dalam laga yang berakhir imbang 1-1.

Southampton memiliki hadiah tembakan 12 pas kala Ward-Prowse jatuh setelah berbenturan secara Andre Gomes dalam perebutan bola, tetapi menurut Liga Premier kesimpulan itu juga keliru.

Sementara itu satu pertandingan asing antara Bournemouth melawan Tottenham Hotspur berakhir imbang nirgol di Stadion Vitality.

Kekeliruan di laga tersebut, menurut Liga Premier, adalah wasit dan VAR seharusnya menghadiahi Tottenham tendangan penalti pada menit-menit awal pertandingan setelah Harry Kane didorong jatuh oleh Joshua King.

Ironisnya, sekalipun Liga Premier mengakui kekeliruan para-para wasit dan petugas VAR di ketiga laga itu, kecil kemungkinan mereka akan mengubah hasil yang sudah tercatat sebagai hasil resmi pertandingan.

VAR benar menuai banyak kritik semenjak diterapkan di Liga Inggris awal musim ini. Kendati hadir sebagai teknologi untuk membantu mengurangi wasit mengambil keputusan keliru, berbagai keputusan yang diambil kerap mengundang kritik tertib dari pemain, pelatih hingga kalangan pandit.

sumber: Antara