Bleep test lazim digelar untuk melihat kebugaran pemain menjelang kompetisi.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA —   Pelatih Persija Sudirman lega dengan kondisi fisik para pemainnya setelah mengikuti ‘bleep test’ di Jumat (9/10) di Depok, Jawa Barat.

“Mereka menunjukkan kemajuan pesat dari sisi wujud. Hal ini memudahkan tim guru untuk menggelar berbagai pola latihan, ” ujar Sudirman, dikutip daripada laman resmi Persija di Jakarta, Jumat (9/10).

Bahkan, menurut Sudirman, hasil ‘bleep test’ tersebut lebih molek daripada uji serupa yang digelar pada 22 Agustus 2020.

Bleep test lazim digelar untuk melihat kebugaran pemain menjelang kompetisi atau dalam hal ini Liga 1 Indonesia.

Persija memang terus menyiapkan para pemainnya meski lanjutan Liga 1 musim 2020 ditunda karena pandemi COVID-19.

‘Bleep test’ sendiri merupakan uji kebugaran yang lazim digunakan di negeri olahraga dengan tujuan untuk melihat kondisi stamina seorang atlet.

Pada umumnya, tes dilakukan dengan berlari sejauh sekitar 20 meter dan kembali lagi ke titik sebelumnya setelah terdengar bunyi ‘bip’.

Lari dari utama titik ke titik yang lain dilakukan secara berulang-ulang. Jeda antar bunyi ‘bip’ semakin lama semakin cepat dan membuat para pemain harus menyesuaikan larinya dengan tala tersebut.

Lanjutan Liga 1 Indonesia 2020 di tengah pandemi COVID-19, dengan seharusnya dimulai 1 Oktober 2020, ditunda oleh PSSI.

Liga 1, serta juga Liga 2 2020, buat sementara tidak dapat dilaksanakan karena ketiadaan izin keramaian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia lantaran masih tingginya kasus COVID-19.

PSSI berharap sayembara berlangsung kembali pada November 2020 agar jalannya tidak terbentur agenda-agenda seperti Piala Dunia U-20 tahun 2021.

sumber: Antara