Akibat pandemi, banyak komoditas mengalami penurunan permintaan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Gajah Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyatakan negeri kini tengah berupaya melakukan berbagai cara agar pertumbuhan ekonomi di dalam kuartal III (Q3) tahun tersebut tidak negatif. Dengan begitu, perekonomian tidak masuk jurang resesi.  

Seperti diketahui, masa sebuah negara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berendeng, maka terjadi resesi. “Jadi negeri lagi push spending belanja supaya tidak negatif pada Q3, paling tidak, kontraksinya tidak terlalu besar, ” ujar Teten dalam webinar, Rabu (23/9).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi memang tergantung pada penanganan Covid-19. “Berapa kendati belanja pemerintah dan BUMN, tak akan bisa kembali kekuatan daya beli masyarakat sebelum Covid-19, ” tutur dia.  

Maka, kata tempat, semua harus bersiap dalam status tidak pasti ini. Teten menghargai, situasi cukup berat seperti saat ini akan dirasakan hingga kuartal I 2021.

Ia menyatakan, akibat pandemi Covid-19, banyak komoditas mengalami penurunan permintaan, baik di pasar domestik maupun ekspor. Salah satunya komoditas model.  

“Padahal kopi produksinya sekarang lagi baik, tapi lalu hadapi pandemi. Dengan begitu penyerapan komoditas ini terganggu, ” jelasnya.  

Teten menuturkan, sebanyak 96, 6 persen model dihasilkan dari kebun raya. “Maka saya kira ini penting cari solusi, saya diperintah presiden cari cara bagaimana bisa serap berbagai produk pangan yang saat itu tidak diserap market domestik serta ekspor, ” tuturnya.  

Dirinya mengutarakan, ada beberapa skema yang tengah dirumuskan Kementerian Koperasi (Kemenkop) UKM. Di antaranya melibatkan koperasi dalam sekitar daerah produsen kopi, setelah mendapat pembiayaan dari koperasi, cerai-berai diperkuat dan dihubungkan dengan off taker seperti Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) atau swasta.