Lima perusahaan dapat sanksi tertulis lantaran tidak menjalankan protokol kesehatan.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pemeritah Praja Jakarta Utara (Pemkot Jakut) tetap berupaya untuk menegakkan aturan penyekatan sosial berskala besar (PSBB) sendat. Melalui Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Pemkot Jakut melakukan pengawasan erat aturan PSBB di Pertokoan Grand Orchad.

Dari perlindungan tersebut, sebanyak lima perusahaan dikasih sanksi berupa teguran tertulis. Lurah Sukapura Abdul Rahman mengatakan, lima perusahaan itu mendapat sanksi terekam lantaran tak menjalankan protokol kesehatan tubuh.

“Ada yang tidak melengkapi perusahaannya dengan alat basuh tangan, pengukur suhu tubuh. Tersedia juga yang tidak melakukan penyekatan pegawai maksimal 50 persen. Untuk itu mereka mendapatkan sanksi tertulis, ” kata Abdul melalui bukti, Sabtu (3/10).

Abdul mengatakan, kelima perusahaan tersebut diminta untuk melengkapi protokol kesehatan. Bergandengan Satpol PP dan tiga pilar, sambung dia, petugas mengawasi kelima perusahaan yang telah melakukan pengingkaran.

“Jika masih saja tidak melengkapi peralatan protokol kesehatan Covid-19 dan tidak membatasi jumlah pegawai yang bekerja, Satgas Covid-19 akan memberikan sanksi denda sampai dengan menyegel, ” ucap Abdul.

Dalam pengawasan tersebut, setidaknya ada 40 personel gabungan yang diterjunkan. Langkah itu, untuk menegakkan Sistem Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 Perubahan atas Sistem Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta.