Wanita itu menjadi korban pelecehan, fisik, dan psikologis semasa bertahun-tahun.

REPUBLIKA. CO. ID, PARIS — Wanita yang dihukum karena membunuh suaminya dengan kejam dibebaskan. Valerie Bacot dijatuhi hukuman penjara 4 tahun karena membunuh Daniel Polette.

Tetapi tiga dari empat tarikh masa hukumannya ditangguhkan dan sisanya dia telah melaksanakan penahanan pra-sidang. Ia mencabut sang suami setelah puluhan tahun mengalami pelecehan erotis, fisik dan psikologis.

Pelecehan dimulai ketika Polette tiba dalam kehidupan Bacot pada 1992 sebagai saudara ibunya. Beberapa bulan kemudian, katanya, dia melecehkannya secara seksual. Dia berusia 12 tahun ketika Polette berangkat memperkosanya.

Polette ditangkap pada 1995 dan dihukum karena penyerbuan seksual. Ia menghabiskan perut tahun di penjara, tetapi kemudian kembali ke sendi keluarga dan mulai meniadakan Bacot lagi.

“Ketika dia kembali, dia bilang dia akan meninggalkanku sendirian. Ibuku telah memaafkannya. Tapi itu dimulai teristimewa.   Setelah pemerkosaan, beta hamil, ” kata Bacot, dilansir di Euronews, Sabtu (26/6).

Bacot berusia 17 tahun saat itu. Ibunya mengusirnya lantaran rumah dan dia tiba tinggal bersama Polette yang dia gambarkan memiliki kendali penuh atas hidupnya. Tempat tidak mengizinkannya bekerja ataupun menggunakan kontrasepsi. Dia memiliki tiga anak lainnya.

“Dia memukuli kami, menampar lalu meninju, tempat mencekik saya. Dia dipukuli dan kemudian keadaan menjadi lebih baik. ” katanya, menambahkan bahwa Polette pula mengancamnya dengan pistol.

Pada 2002, Polette memaksanya menjadi pelacur. Di dalam Maret 2016, menyusul situasi terkait prostitusi yang kejam, dia menembak Polette dengan pistol. Anak-anaknya membantunya mengubur mayatnya, suatu tindakan dengan membuat mereka diberi aniaya penjara yang ditangguhkan.

Persidangan menunjukkan bagaimana tingkat kendali dan buntut yang dimiliki Polette atas  Bacot. Pria itu 25 tahun lebih tua dari Bacot. “Ya, saya membunuhnya tetapi jika saya tak melakukannya, anak-anak saya akan melakukannya, ” kata Bacot.

Bacot dinyatakan bersalah atas pembunuhan oleh juri di Chalon-sur-Saone, Prancis tengah, pada Jumat (25/6). Putusan itu disambut dengan tepuk tangan meriah di pengadilan, dengan beberapa kerabat Bacot menangis.

Anggota keluarga datang ke pengadilan untuk mengatakan bahwa mereka tidak menyesali janji Polette. Saudara-saudara Polette menggambarkannya sebagai monster.

“Orang yang paling aku berterima kasih di negeri adalah Valerie, karena dia membunuhnya. Dia melakukan barang apa yang seharusnya saya lakukan untuk waktu yang periode. ” kata saudara hawa Polette, 59 tahun. Dia mengatakan Polette memperkosanya masa dia berusia 12 tahun.

Dr Denis Prieur, seorang psikiater, mengutarakan bahwa pada saat kekerasan dalam rumah tangga, Perkataan tidak lagi memiliki hasrat bebas. “Dia tidak mampu meminta bantuan hukum karena suaminya selalu ada. ” katanya.

Kejadian ini telah menarik menghiraukan dan dukungan luas bagi terdakwa di tengah tabu yang telah lama dipegang seputar kekerasan dalam rumah tangga di Prancis.