Padang masuk jadwal 12 besar kota dengan kejadian Covid-19 tertinggi di Indonesia.

REPUBLIKA. CO. ID, PADANG — Pelaksana Tugas Wali Kota Padang Hendri Septa kembali menyerukan masyarakat setempat untuk mematuhi protokol kesehatan. Adat yang dimaksud berupa memakai kedok, mencuci tangan, dan jaga langkah.

Tujuannya, agar penyebaran Covid-19 yang meningkat seratus kasus per hari bisa ditekan. “Saat ini daerah kita masuk 12 besar tanah air dengan kasus Covid-19 terbesar di Indonesia, untuk menekan penularannya, umum kami minta memakai masker ke luar rumah, ” kata dia di Padang, Kamis (15/10).

Dia mengatakan sejak introduksi Oktober 2020 penambahan kasus tentu Covid-19 di Padang di tempat 100 kasus per hari. Menanggapi hal itu, pihaknya telah menggunakan surat edaran terkait pelarangan melaksanakan pesta perkawinan bagi warga dengan mulai diberlakukan pada 9 November 2020.

Selain tersebut pihaknya juga mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas tempat usaha memberlakukan pembatasan tempat usaha kafe, restoran, rumah makan, dan karaoke. Tempat-tempat itu hanya boleh beroperasi kapasitas wadah duduknya maksimal 50 persen, memberlakukan pembatasan jarak, dan menyediakan layanan bungkus.

Di bagian lain, pihaknya terus melakukan sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru serta melakukan penindakan bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Dia mengakui, masih banyak menjumpai warga yang enggan memakai masker saat keluar rumah.

“Saya diundang menghadiri lima perhelatan perkawinan warga akhir pekan, daripada semua yang saya datangi cuma saya sendiri yang pakai kedok, yang lain tidak, ” kata pendahuluan dia.

Setelah tempat memberikan penjelasan, baru yang asing memakai masker di tempat pesta dan saat mengecek fasilitas cuci tangan airnya utuh karena cuma sedikit undangan yang menggunakan. “Saat berfoto bersama pengantin kembali kedok dibuka, bisa dibayangkan pengantin tak pakai masker, undangan yang pegari bisa 300 orang, ” sekapur dia.

Dia menyuarakan, apabila warga disiplin maka penggandaan kasus baru dapat ditekan jadi Padang berubah status masuk zona hijau. Dengam begitu, anak-anak sanggup bersekolah kembali. Hendri mengatakan tenggat 14 Oktober 2020 terdapat 4. 971 warga Padang positif Covid-19, sembuh 2. 894 orang, serta meninggal dunia 92 orang.

Kasatpol PP Kota Medan Alfiadi menyebutkan hingga saat itu pihaknya sudah menindak 168 warga yang melanggar Perda Adaptasi Istiadat Baru karena tidak memakai masker keluar rumah. “Pelanggar perda itu diberi sanksi administrasi berupa denda Rp100 ribu yang disetor tepat ke kas daerah, ” prawacana dia.

Jika pelanggar tersebut kembali ditemukan tidak pakai masker, maka diberi sanksi denda Rp 250 ribu atau kurungan dua hari. Dia mengatakan era ini setiap hari pihaknya rutin melakukan patroli dan pengawasan diawali dengan apel bersama jajarannya dalam Polresta Padang setiap pagi.

sumber: Antara