Pelaku melakukan aborsi tanpa bantuan dari pihak lain.

REPUBLIKA. CO. ID, BOGOR — Selain mengamankan pelaku, ES (33 tahun), Polsek Bogor Utara selalu mengamankan pakaian dan kain bekas pelaku melakukan aborsi. Pelaku melaksanakan aborsi di kamar mandi rumahnya sendiri, di daerah Cigudeg, Kabupaten Bogor dan sempat menyimpan jasad bayi di kamarnya.

“Menurut informasinya, begitu lahir budak itu disimpan di kamarnya selama dua hari baru dibuang, ” kata Kapolsek Bogor Utara, Kompol Ilot Juanda ketika ditemui di Kantor Polsek Bogor Utara, Kamis (12/11).

Menghantam bagaimana proses aborsi yang dikerjakan pelaku, Ilot mengatakan pihak kepolisian masih mendalami hal tersebut. “Menurut informasi, dia merasa mulas. Mungkin karena udah tau bahwa tempat hamil. Namun dengan apakah caranya, dipaksa atau menggugurkan kita masih dalami, ” ujarnya.

Ilot melanjutkan, motif yang dilakukan karakter saat membuang bayi tersebut ialah tidak ingin diketahui orang lain jika dirinya tengah hamil. Selain itu, bayi yang sempat dikandung pelaku untuk sementara diduga adalah hasil hubungan gelap dengan kekasihnya, HR yang saat ini sedang dalam proses pengejaran oleh bagian Unit Reskrim.

ES & HR diketaui mulai berpacaran semenjak Mei dan sering melakukan hubungan badan tanpa status pernikahan. Beberapa bulan kemudian, ES hamil dan takut jika diketahui orang kira-kira.

“Dengan pacarnya itu sudah melakukan hubungan-hubungan, dan kemudian hamil. Akhirnya pelaku takut ketahuan dan berbuat aborsi di kamar mandinya sendiri, ” ujar Ilot.

Dari keterangan yang didapatnya lantaran pelaku, Ilot mengatakan, pelaku mengabulkan aborsi tanpa bantuan dari pihak lain. Termasuk saat membuangnya dalam Perumahan PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor utara.

Ilot membaca, saat ditemukan kondisi mayat bayi yang dibuang masih berbentuk janin dengan kondisi organ yang belum lengkap. Di mana baru tampak kaki dan jari tangan berjumlah empat. Diperkirakan, bayi tersebut sedang berusia enam bulan dan belum waktunya untuk dilahirkan.   “Akhirnya sementara dikenakan zaman UU Kesehatan No. 36 Pasal 197 dengan ancaman 10 tarikh penjara, ” lanjutnya.

Sebelumnya, warga Perumahan PDK digegerkan dengan ditemukannya sosok mayat bayi perempuan di dalam kardus pada Rabu (11/11). Bayi tersebut diduga merupakan hasil aborsi. Jasad bayi itu pertama kali ditemukan anak-anak dengan sedang bermain sekira pukul 14. 00 WIB.

Pada Kamis (12/11), Polsek Bogor Utara lulus menangkap pelaku pembuang mayat budak tersebut yang tertangkap CCTV dalam sekitar TKP. Pelaku dikenal lupa seorang warga sebagai asisten sendi tangga (ART) di wilayah sektiar.