Mengubah budaya pembayaran ke nontunai butuh waktu.

REPUBLIKA. CO. ID, BOGOR — Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) dinilai membangun mempercepat pajak daerah. Apalagi, QRIS bisa melayani pembayaran menggunakan bermacam-macam uang elektronik.

Majikan Divisi Hubungan Kelembagaan Bank BJB, Isa Anwari menjelaskan, QRIS untuk membayar pajak daerah baru baru kali diimplementasikan di Kota Enau. Secara teknis, QRIS dapat mempercepat pembayaran pajak.

“Masyarakat cukup melakukan pembayaran via kekayaan elektronik, bisa pekai Gopay, Ovo dan sebaginya. Jadi tinggal melayani scan kode QR. Mudah, langsung diolah pembayarannya oleh sistem, ” cakap Isa usai Launching Pembayaran PBB melalui QRIS di Kantor Awak Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Enau, Jawa Barat, Rabu (5/8).

Isa menjelaskan, BJB sedang terus melakukan sosialisasi agar bangsa dapat lebih cepat beradaptasi buat membayar pajak memakai QRIS. Namun, sebagai antisipasi, BJB masih menyesuaikan kondisi masyarakat dalam memberikan pelayanan.

“Mengubah budaya bangsa dari tunai menjadi nontunai kan perlu waktu. Dengan QRIS ini kita mulai biasakan secara nontunai, ” kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan PT Bank BJB Tbk dan BI mengimplementasikan QRIS. Sistem pembayaran menggunakan pemindaian kode respons cepat atau quick respons code (kode QR) itu akan dipergunakan buat pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) serta sejumlah pajak lainnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, Pemkot Bogor berupaya memulihkan dan membangkitkan ekonomi. Secara inovasi QRIS, wajib pajak (WP) Kota Bogor lebih mudah melakukan transaksi tanpa menggunakan uang tunai.