Finalisasi pembentukan draf raperda perlindungan HAKI tenun ikat NTT hampir selesai.

REPUBLIKA. CO. ID, KUPANG — Negeri Provinsi Nusa Tenggara Timur cukup mengodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Kaum Perempuan untuk Tenun Bebat di Provinsi NTT. Staf khusus Gubernur Nusa Tenggara Timur Prof. Daniel Kameo ketika dihubungi dalam Kupang, Ahad (6/9), mengatakan hal itu terkait dengan upaya Pemprov NTT untuk melindungi hak paten tenun ikat di NTT.

Menurut Daniel Kameo, finalisasi penyusunan draf rancangan peraturan wilayah tentang perlindungan kekayaan intelektual tenun ikat NTT hampir selesai. Ia berharap pada tahun ini DPRD Provinsi NTT bisa membahasnya.

“Sudah hampir final pembentukan draf ranperdanya. Apabila sudah lengkap, tentu segera diserahkan ke DPRD Provinsi NTT untuk dibahas beriringan pemerintah, kemudian ditetapkan sebagai peraturan daerah (perda), ” kata Daniel.

Perda tersebut untuk NTT, menurut dia, sangat istimewa untuk melindungi karya-karya budaya para kaum perempuan di provinsi itu. Apabila NTT telah memiliki perda perlindungan hak inteletual tenun balut, lanjut dia, pihak lain tidak dapat menjiplak hasil karya tenun ikat NTT seperti yang berlaku selama ini.

“Perda hak intelektual ini sangat istimewa demi menjaga pelestarian kain tenun ikat NTT. Adanya perlindungan hukum maka nilai ekonomis kain tenun ikat NTT juga meningkat jadi pendapatan ekonomi warga juga turun meningkat, ” kata Daniel.

sumber: Antara