20 warga yang tidak menggunakan masker.

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG SELATAN — Satuan Polisi Patron Praja (Satpol PP) kota Tangerang Selatan melakukan razia masker pada Taman Kota 2 Jaletreng dengan berada di Jalan Ciater Barat, Serpong, pada Ahad (13/9). Didapati puluhan pengunjung tidak menggenakan masker selagi beraktivitas di kawasan taman tersebut.

Kepala Bagian Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel Mukhsin Al Fachry mengucapkan patroli penggunaan masker dilakukan sejak pukul 07. 30 WIB maka pada pukul 10. 00 WIB. Hasilnya didapati 20 warga dengan tidak menggunakan masker.

“Totalnya ada 20 orang sebetulnya yang enggak pakai masker, umum pelajar. Langsung kita beri sanksi sosial, membersihkan sampah di kira-kira Taman Jaletreng selama sekitar besar jam, ” ujarnya, Ahad.

Pihaknya gencar menggelar berdiam penegakan aturan sebagaimana dijelaskan pada Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu juga guna menekan angka penyebaran virus Covid-19.

“Itu sejak awal kita lakukan penertiban agar masyarakat menggunakan masker. Setelah keluar Perwal tentang pemberian sanksi bagi pelanggar tanpa masker, maka kita semakin sungguh-sungguh merazia. Apalagi saat ini Tangsel sudah kembali naik menjadi daerah merah pandemi, kita akan bertambah tegas, ” ungkapnya.

Sementara untuk warga yang mengabaikan, mayoritas merupakan pelajar dengan dalih lupa tidak membawa masker. Itu yang melanggar lalu diberi hukuman sosial membersihkan fasilitas umum secara mengenakan rompi berwarna oranye.

Adapun Pasal 28 Perwal Nomor 32 Tahun 2020 mengenai PSBB setiap orang yang tidak memakai masker saat berada pada luar rumah dapat dikenakan hukuman berupa denda. Namun pada masa di lapangan aparat mempertimbangkan sanksi lain karena alasan kemanusiaan.

“Sebenarnya dalam aturan dengan ada, pelanggar tanpa masker sanksinya denda Rp50 ribu. Tapi di lapangan kita juga mempertimbangkan arah kemanusiaan, karena banyak yang beralasan mereka boro-boro mau bayar kompensasi, buat makan sehari-hari aja kadang sangat kesulitan, ” kata Muksin.