REI menilai rencana pembangunan Pokok Kota Negara membutuhkan periode yang lama.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Ketua Institusi Pertimbangan Organisasi Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan bahwa pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) dengan baru di Kalimantan Timur harus mempunyai arah destinasi atau visi yang nyata terkait aspek kebijakan, teknis, maupun finansial.

“Pandangan kita adalah, IKN ini harus jelas di ujung kesudahannya seperti apa, destinasi daripada pengembangannya seperti apa, ” kata Soelaeman Soemawinata di dalam webinar ‘Kota Baru IKN: Menakar Risiko Pembangunan’, Kamis (17/6).

Soelaeman mengatakan rencana pembangunan IKN membutuhkan periode yang lama. Bahkan, pendirian IKN dinilai membutuhkan periode hingga ratusan tahun.

Menurut dia, pembangunan IKN tak hanya mau selesai dalam proses pemindahan saja, namun akan bersambung melewati beberapa periode kepemimpinan nasional.   Oleh karena itu, prawacana dia, agar pembangunan mampu berjalan secara berkelanjutan oleh sebab itu dibutuhkan konsensus nasional & regulasi yang jelas.

“Seperti pembangunan dinding China yang dilakukan ratusan tahun sebelum Masehi, maka selesai ribuan tahun setelah Masehi terus semua Kaisarnya berlanjut mengerjakan itu. Itu sebagai analoginya, ” ujarnya.

Soelaeman mengatakan dalam tahap pengembangannya perlu integrasi secara terus masuk, di antaranya lima (5) dimensi pengembangan kawasan yakni regulasi, natural & planning base factors, penataan kawasan sebagai arah pengembangan, investasi sebagai perwujudan implementasi, mengikuti kehidupan yang tercipta jadi akibat dari pengembangan tersebut. Ia menambahkan, dalam pembangunan IKN ini pemerintah kudu memberikan kejelasan terkait rencana dan fungsinya.  

Kejelasan itu, menurut dia, bisa dituangkan melalui Undang-Undang agar masyarakat mampu memiliki gambaran terhadap perluasan IKN ini. “Unsur-unsur yang lain itu, apakah perencana, had sektor swasta belum mampu bergerak karena regulasinya pula belum jelas. Bahkan negeri pun sampai saat itu belum bisa menganggarkan, ” paparnya.

sumber: Antara