Restoran Basilico’s Pasta E Vino di AS hanya menerima tamu yang belum divaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA — Di tengah lonjakan lokal dalam kasus Covid-19, sebuah restoran Italia di California, Amerika Serikat malah mengharuskan pelanggan menunjukkan bukti tidak divaksinasi dan tidak menganjurkan penggunaan masker. Basilico’s Pasta e Vino mengkampanyekan gerakan antivaksin itu dengan menunjukkan dua poster di jendelanya.

“Kami tidak memiliki toleransi untuk pengkhianatan, kebodohan anti-Amerika. Terima kasih telah merenungkannya.”

“Lebih banyak daerah, kota, dan bisnis Amerika menggandakan mandat karantina wilayah anti-Amerika? Basilico’s Pasta e Vino: sejak hari pertama, tidak pernah mengikuti, melarang masker, dan sekarang membutuhkan bukti tidak divaksinasi!”

Situs respons Covid-19 di California telah menyarankan orang yang belum divaksinasi agar tetap memakai masker di restoran dan saat berada di dalam ruangan. Tindakan Basilico dalam mengabaikan pencegahan Covid-19 tidak luput dari perhatian Departemen Hubungan Industrial (DIR).

Ada lima kutipan yang dikenakan DIR pada 17 Juni. Basilico mendapat sanksi denda total 165.520 dolar AS (sekitar Rp 2,3 miliar) yang harus dibayarkan pada Juli.

Dilansir Insider pada Senin (2/8), laporan DIR menyebut ada pelanggaran Basilico dari tingkat “serius” hingga “sengaja-serius” dan menunjukkan kegagalan memberikan perlindungan memadai bagi karyawan dan pengunjung dari ancaman Covid-19. Inspeksi DIR menemukan bahwa restoran itu gagal menyediakan penutup wajah dan memastikannya dipakai oleh karyawan di dalam ruangan.

Meskipun Basilico tampaknya mempertahankan sikap antivaksinasinya, menurut database ProPublica, restoran itu menerima bantuan 57.738 dolar AS (sekitar Rp 834 juta) dalam pendanaan Program Perlindungan Gaji (PPP). Melalui PPP, usaha kecil dapat mengajukan pinjaman yang didukung federal, yang membantu mereka tetap bertahan selama pandemi dengan menutupi pengeluaran dan mempertahankan staf.

Penolakan restoran terhadap vaksin dan pemakaian masker muncul di saat varian delta yang sangat menular telah melonjak di seluruh Amerika. California melaporkan 3.830.008 kasus Covid-19, dengan 14,2 kasus baru per 100 ribu orang pada pekan lalu.

Menurut data yang dirilis Departemen Kesehatan Masyarakat California, pasien positif Covid-19 yang dirawat di ICU di negara bagian itu hampir tiga kali lipat sejak awal Juli.