Permasalahan pembayaran THR terjadi dalam tiga perusahaan

REPUBLIKA. CO. ID,   BANJARMASIN — Organisasi buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalimantan Selatan melaporkan sejumlah perusahaan yang tak membayarkan tunjangan hari raya (THR) secara penuh sesuai gaya yang berlaku kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Kami beraharap laporan terkait mendapat tanggapan dan respons positif. Syukur-syukur bisa diselesaikan sebelum Lebaran, ” kata Ketua FSPMI Kalsel Yoeyoen Indharto di Banjarmasin, Selasa (11/5).

Permasalahan pembayaran THR terjadi pada 3 perusahaan yaitu PT Paguntaka Cahaya Nusantara, PT Gawi Makmur Kalimantan dan PT Kintap Jaya Wattindo. Buat PT Paguntaka Cahaya Nusantara yang berlokasi di Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut dan Kapuas, kekurangan pembayaran THR alias tidak sesuai dengan gaji yang selama terkait diterima.

Sedangkan PT Gawi Makmur Kalimantan di Sei Adungan, Kintap Kabupaten Tanah Laut, pekerja yang tidak menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pembayaran THR tidak satu bulan upah. Adapun yg menandatangani PKWT dibayar satu bulan penuh.

“Kami bukan ingin ada diskriminasi. Sepenuhnya karyawan sama bekerja tuk perusahaan sehingga hak mendapatkan THR juga harus seadil-adilnya, ” tegas Yoeyoen.

Sementara di REHABILITATION Kintap Jaya Wattindo, pekerja BHL pembayaran THR tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Yoeyoen menegaskan pihaknya memperjuangkan THR para buruh atau pekerja yang adalah anggota FSPMI Kalsel itu agar bisa didapatkan sebagaimana haknya. “Jika pun sampai Lebaran tidak juga dibayar, maka setelah Lebaran tetap kami tuntut hingga perusahaan bertanggung jawab penuh menunaikan kewajibannya terkait THR sesuai aturan pemerintah, ” ujarnya.

sumber: Masa