Polresta Bogor menyebut sebagian pelaku tawuran adalah anak di kolong umur

REPUBLIKA. CO. ID,   BOGOR — Selama perut pekan dalam bulan Ramadhan, jajaran kepolisian Polresta Enau Kota telah menjalankan berdiam Kurma Raya. Dalam proses tersebut, polisi masih penuh menemukan aksi tawuran di dalam malam hari.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro melahirkan, Tim Kujang yang mengabulkan operasi berhasil menangkap delapan pemuda pelaku tawuran. Yang mana, kebanyakan aksi tawuran tersebut terjadi pada malam hari menjelang sahur.

“Lima orang diantaranya merupakan anak-anak dibawah umur serta ini menjadi perhatian khusyuk bagi kami, ” katanya saat menggelar press conference di Bogor Indah Plaza, di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Praja Bogor, Selasa (27/4).

Lebih lanjut, Susatyo menyebutkan, polisi juga menyembunyikan berbagai barang bukti yang digunakan para pelaku era tawuran. Di antaranya, 15 pucuk senjata tajam, sembilan bilah celurit, empat buah sarung yang telah dililit, serta satu buah stik golf.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota yang juga Ketua Tim Kujang, Kompol Dhoni Erwanto mengutarakan, salah satu kejadian yang jadi diamankan pihak kepolisian yakni pada Sabtu (24/4) sekitar pukul 23. 00 WIB. Saat itu, polisi berhasil menangkap delapan orang simpulan yang menyebabkan tiga orang korban.

“Dari kejadian tersebut ada 3 orang korban. Satu karakter luka ringan, dan besar orang luka berat sehingga harus dilakukan tindakan berdiam, ” ujar Dhoni.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar lestari menjaga anak-anaknya supaya diawasi dan dipantau selama suangi hari. Sebab, masih penuh ditemukan anggota masyarakat, pemuda yang nongkrong di sebanyak titik rawan.  

“Kami minta kerjasama dari para orangtua buat memantau dan mengawasi anak-anaknya, karena pada malam keadaan banyak yang beraktifitas serta berujung melakukan tindakan kriminal melawan hukum, ” ujarnya.

Di kedudukan yang serupa, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengutarakan apresiasi atas langkah dengan dilakukan Polresta Bogor Tanah air yang juga dibantu amtenar TNI, untuk menambah kepercayaan masyarakat kepada aparat berwenang.  

Dedie mengatakan, dengan langkah kelakuan yang dilakukan ini, diharapkan masyarakat dapat terus mewujudkan aktifitas dengan  tenang. Sebab sudah mendapat penanganan daripada aparat kepolisian dan TNI.  

“Mudah mudahan kerjasama dapat tetap dilakukan bukan hanya di bulan Ramadhan saja namun untuk seterusnya. nKami imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan melawan patokan, karena banyak anak-anak muda yang terlibat tawuran. Tersebut menjadi perhatian kita berhubungan, terutama para orangtua dengan harus intensif mengawasi anak-anaknya, ” pungkasnya.