Mereka yang dinyatakan reaktif langsung diisolasi mandiri serta segera tes swab

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA — Sembilan personel Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur dinyatakan reaktif setelah mengikuti tes cepat atau rapid test Covid-19 dalam Senin (3/8). Para pegawai itu mengikuti tes cepat bersama hakim dan ratusan pegawai pengadilan lainnya. Juru bicara PN Surabaya, Martin Ginting, menjelaskan, mereka yang dinyatakan reaktif langsung diisolasi mandiri buat selanjutnya dilakukan tes swab.

Ginting mengatakan, Ketua PN Surabaya memang memerintahkan supaya melakukan tes cepat terhadap seluruh hakim dan pegawai di hari pertama kerja setelah libur Idul Adha. Hal itu dilakukan karena kebiasaan masyarakat Jatim yang mudik di Hari Raya Idul Adha, sama seperti ketika Idul Fitri. Pihak pengadilan khawatir ketika menyelap kerja ada pegawai yang mendatangkan Covid-19 dari luar.

“Ternyata setelah dilakukan demikian ( rapid test ), hasil dari 300-an yang kita rapid, ada sembilan orang dengan reaktif, ” kata Ginting pada wartawan di Surabaya, Selasa (4/8).

Ginting merinci, lantaran mereka yang dinyatakan reaktif, 3 di antaranya adalah panitera substitusi. Sisanya adalah pegawai yang bekerja di pelayanan bagian pidana dan perdata. Ginting menegaskan, begitu diketahui hasilnya reaktif, mereka langsung diminta pulang dan isolasi mandiri.

“Mulai hari ini (pegawai yang reaktif) diperintahkan segera swab, ” ujar Ginting.

Terkait informasi adanya mulia hakim PN Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid-19, Ginting membenarkannya. Namun, kata dia, posisi hakim tersebut kebetulan tengah cuti dan tersedia di Jawa Barat. Ginting mengatakan, hakim tersebut tertular di Jawa Barat, bukan di lingkungan PN Surabaya.

“Dia laporan ke pimpinan bahwa dia berada di rumah sakit di pembelaan karena terpapar Covid-19. Jadi, tidak disini, ” ujar Ginting.