REPUBLIKA. CO. ID, TASIKMALAYA — Negeri Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bersama unsur kepolisian merancang pos penyekatan di sebanyak tempat untuk memeriksa organ angkutan orang yang sampai dari luar kota serta memulangkan ke kota asalnya jika ketahuan hendak mudik saat Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah/2021.

“Di kita ada kira-kira 22 penyekatan yang mau dilakukan oleh pihak kepolisian, menghalau mereka yang mengeklaim mudik datang ke Situ, mereka akan dipulangkan, ” kata Pelaksana Tugas Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Tasikmalaya, Selasa (20/4).

Ia mengutarakan seluruh petugas di congkong penyekatan akan memeriksa individualitas semua orang yang muncul dari luar kota, kemudian dimintai surat keterangan hasil tes usap, dan ditanya tujuan kedatangannya, jika untuk mudik maka akan diminta pulang kembali ke wilayah asalnya.

Penelitian itu, lanjut dia, tidak hanya di pos pembatasan yang akan masuk ke Kota Tasikmalaya, tapi hendak dilakukan juga di daerah lain, seperti tahun lalu mulai dilakukan pemeriksaan pada Cileunyi, Kabupaten Bandung.

“Penyekatan-penyekatan sudah dikerjakan oleh kepolisian, mulai sebab Cileunyi sampai arah Situ, ” tuturnya.

Pemkot Tasikmalaya siap melaksanakan instruksi pemerintah pusat terpaut melakukan pengamanan dan penyekatan dalam memberlakukan aturan kekangan mudik bagi masyarakat era momentum Idul Fitri.

Ia berharap segenap warga Kota Tasikmalaya yang berada di luar praja untuk mengikuti aturan pemerintah dengan menahan dulu kembali ke kampung halaman karena kondisinya masih pandemik COVID-19.

“Ketentuan dibanding pusat sampai ke kolong sampai ke daerah, & kita ikuti masalah seperti itu (larangan mudik), jadi tanpa ada yang mudik daripada luar daerah ke wadah kita (Tasikmalaya), ” cakap Yusuf.

Ia menyampaikan aturan larangan mudik saat Hari Raya Idul Fitri itu merupakan cara pemerintah dalam meminimalisasi & memutus penularan wabah COVID-19 yang saat ini kasus-nya masih ditemukan.

“Kita juga mengkhawatirkan mereka mudik, COVID masih tersedia, kami tidak berharap tersedia klaster mudik di sini, ikuti saja saran negeri untuk kebaikan kita seluruh, untuk kesehatan kita seluruh, ” ujarnya.

Terkait warga Kota Tasikmalaya yang berdagang di sebanyak kota besar seperti Jakarta, kata dia, ada pengkhususan karena tempat tinggal-nya di Tasikmalaya, sedangkan di Jakarta merupakan tempat jualannya.

“Itu (pedagang) tidak mudik, itu mereka berniaga di sana pulangnya ke sini, tapi tetap harus menjaga itu (protokol kesehatan), kalau bisa melaporkan diri ke Dinkes untuk diperiksa setelah mereka menjalankan usahanya di Jakarta, ” katanya.

sumber: ANTARA