Sebanyak 46 halte Transjakarta rusak akibat dirusak massa saat demo menolak UUCK.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA awut-awutan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo memperhitungkan, layanan Transjakarta akan pulih balik sebelum akhir 2020. Pihaknya padahal melakukan pembenahan di halte-halte dengan rusak akibat aksi penolakan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

“Transjakarta tetap mengupayakan agar semua masyarakat tetap bisa terlayani mobilitasnya terutama kebutuhan pada hal transportasi untuk kegiatan sehari-hari, ” ujar Sardjono dalam petunjuk tertulisnya, Sabtu (10/10).

Layanan Transjakarta sejak Jumat (9/10) sebenarnya sudah beroperasi dengan habituasi. Hal itu disebabkan banyaknya halte-halte yang mengalami kerusakan parah sesuai Halte Bundaran HI dan Halte Tosari.

Ada 4 kategori kerusakan halte yang sudah didata oleh Transjakarta. Untuk naungan dengan kerusakan minimum dipastikan bus tetap dapat melintas dan melayani penumpang. Untuk halte-halte dengan kerusakan ringan seperti kaca pecah hingga dicoret-coret diharapkan dapat selesai ditangani dalam waktu dua hari.

Menurut Sardjono, Transjakarta tepat berbenah untuk melakukan pembersihan kepada halte-halte terdampak. Dimulai dari membuang pecahan puing-puing kaca dan reruntuk sisa kebakaran serta mengecat kembali halte.

Dalam kejadian ini Transjakarta dibantu oleh Negeri Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sesuai Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Dinas Bina Marga, dan PPSU. Bahkan serikat pekerja yang ialah Insan Transjakarta pun turut andil dalam pembersihan ringan yang diharapkan bisa rampung dalam dua keadaan ini.

Selanjutnya untuk halte dengan kerusakan sedang tenggat berat, pihaknya akan memperbaiki halte-halte itu dalam waktu tiga maka empat pekan ke depan. Halte dengan kerusakan parah seperti Halte Tosari dan Halte Bundaran HI yang dibakar massa diperkirakan jadi diperbaiki dalam jangka waktu mulia sampai bulan.

Transjakarta terus mengimbau kepada pelanggan untuk tetap di rumah saja apabila tidak ada hal mendesak. “Apabila meninggalkan rumah karena terpaksa oleh sebab itu Selalu terapkan 3M yakni mematuhi masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan selalu menjaga kesehatan tubuh, ” kata Sardjono.

Pada Kamis (8/10) aksi penolakan UU Cipta Kerja (UUCK) sudah ricuh di Jakarta dan berdampak pada banyak fasilitas umum rusak. Fasilitas umum yang paling penuh kerusakan adalah halte milik Transjakarta dengan total 46 halte serta kerugian mencapai Rp 65 miliar.