Pandemi global dan lockdown berpotensi ganggu kesehatan moral dan fisik jutaan anak

REPUBLIKA. CO. ID, KAIRO — Badan urusan anak-anak PBB (UNICEF) mengungkap pandemi global dan lockdown berpotensi mengganggu kesehatan mental dan wujud jutaan anak di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam survei terhadap lebih dari tujuh ribu rumah tangga dalam tujuh negara di kawasan yang mencakup 13 ribu anak, UNICEF menemukan lebih dari 90 tip responden percaya pandemi virus corona telah memengaruhi anak-anak mereka secara negatif.

“Pembatasan dan penutupan sekolah berdampak parah pada rutinitas sehari-hari anak-anak, hubungan sosial mereka, dan akhirnya dalam kesejahteraan mental mereka, ” logat Ted Chaiban selaku Direktur regional UNICEF di Timur Tengah dan Afrika Utara dilansir Arab News pada Ahad (29/11).

Laporan UNICEF menunjukkan lebih sejak 50 persen responden percaya anak-anak mereka telah berjuang secara mental dan emosional selama pandemi. Laporan itu menyebutkan kecemasan dan stres telah meningkat di lingkungan puak.

UNICEF khawatir pandemi juga berdampak pada peningkatkan peluang kekerasan dalam rumah tangga, pada mana perempuan dan anak-anak lazimnya menjadi korban utama. Ketika pandemi mulai menyebar, sebagian besar negeri di wilayah Timur Tengah memerintahkan penutupan sekolah pada Maret.

Dengan kurva infeksi turun selama musim panas, penuh negara mengizinkan sekolah untuk dibuka kembali pada musim gugur atau mengadopsi sistem yang menggabungkan penelaahan jarak jauh dan di di kelas. “Namun, dengan mendekati musim dingin, ada kekhawatiran gelombang ke-2 infeksi, yang dapat mengakibatkan penutupan sekolah lagi, ” sebut Chaiban.

Survei UNICEF menyuarakan hampir 40 persen orang usang dan wali menyatakan keprihatinan tempat pendidikan anak-anak mereka. Banyak dengan menolak pendidikan jarak jauh sebab tidak efektif. Alasannya kurangnya sumber daya, akses internet terbatas, kurangnya dukungan dari orang dewasa & kurangnya akses langsung ke pengasuh.

“Pembatasan serta penutupan sekolah berdampak parah dalam rutinitas harian anak-anak, interaksi baik mereka, dan akhirnya pada ketenteraman mental mereka, ” ujar Chaiban.

Survei UNICEF dilakukan di Aljazair, Mesir, Yordania, Maroko, Qatar, Suriah, dan Tunisia. Survei dilakukan antara April dan Juli 2020.