REPUBLIKA. CO. ID, CIREBON — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan para santri kudu mengikuti aturan larangan pegangan yang telah ditetapkan negeri yaitu mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

“Belum ada aturan baru dibanding pemerintah soal larangan mudik. Artinya, santri juga kudu mengikuti aturan tersebut, ” kata Wagub Uu pada Indramayu, Rabu (28/4), zaman Safari Ramadan di Kabupaten Indramayu.

Uu mengatakan di masa lazim para santri biasanya diliburkan pada hari ke-20 Ramadhan. Pesantren memadatkan pembelajaran biar santri dapat pulang lebih awal sehingga para santri baru bisa pulang setelah 20 Ramadhan dan bila santri baru diliburkan pada 20 Ramadhan, maka mau sangat berdekatan dengan agenda 6 Mei 2021.

Untuk itu, katanya, sebelum 6 Mei 2021, pengelola pesantren mulai merancang kepulangan santri apalagi sebelum tanggal 6 Mei, dengan diberlakukan Pemda Provinsi Menggambarkan barulah pengetatan mudik. “Sehingga perjalanan dalam negeri masih diperbolehkan dengan syarat- sarana tertentu. Jadi santri yang mau pulang silakan pra tanggal 6 Mei, akan tetapi sertakan surat keterangan khali COVID-19, ” ujarnya.

Wagub Uu pula menyesalkan disinformasi di jalan sosial mengenai pengecualian santri dalam mudik lebaran tahun ini. Menurutnya, hal tersebut sangat berpotensi menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat.

“Kami menyesalkan penuh informasi di medsos beredar, seolah memperbolehkan mudik, seolah presiden bicara. Kalau enggak baca beritanya, jadi seolah membolehkan, padahal tidak, ” katanya.

sumber: ANTARA