35 persen anak muda rentang usia 16-24 tahun telah menggunakan tabungan mereka.

REPUBLIKA. CO. ID, LONDON — Pandemi Covid-19 turut menyampaikan dampak yang merugikan bagi tingkatan muda, khususnya pada rentang leler 16-24 tahun. Pada rentang piawai ini, ada cukup banyak keluaran SMA dan sekolah tinggi dengan harus dihadapkan pada ketidakpastian pada pasar kerja.

Tak hanya tersebut, Office for National Statistics Inggris mengungkapkan bahwa 35 persen sebab generasi muda pada rentang piawai 16-24 tahun telah menggunakan tabungan mereka untuk bertahan pada kala pandemi. Persentase ini dinilai hendak terus bertambah seiring dengan adanya resesi di berbagai negara.

Namun, bukan berarti tingkatan muda hanya bisa berpasrah di menghadapi kondisi ini. Dilansir dalam The Money Pages , ada beberapa hal dengan bisa dilakukan generasi muda buat memperbaiki kesejahteraan keuangan pada kala yang menantang ini.

1. Memahami arus simpanan

Lulus dari jenjang pelajaran dan memasuki dunia kerja merupakan periode yang cukup penuh lagu, meski sedang tidak ada pandemi. Sekitar 49 persen generasi bujang berusia 16-24 tahun merasa bertambah cemas tentang keuangan mereka masa ini dibandingkan enam bulan berarakan.

Untuk meminimalisasi kebingungan ini, cash flow atau (arus kas) tentu perlu terjaga agar langgeng sehat. Perhatikan pola pengeluaran yang selama ini dilakukan dan penelitian pengeluaran mana saja yang rasanya bisa dipangkas di masa pandemi ini. Hal ini perlu dilakukan agar pengeluaran tidak melebihi penghasilan.

2. Meminta bantuan

Memperoleh pekerjaan tidak serta merta menghapus kecemasan terkait uang. Tak kecil generasi muda yang mungkin masih terikat dengan pinjaman biaya pelajaran atau utang lainnya.

Pelajari apakah perusahaan tempat main dapat memberikan bantuan. Misalnya, menodong atasan untuk mengalihkan kelebihan kontribusi pensiun untuk membayar pinjaman pelajaran.

3. Simpan dana darurat

Menghemat dan mengatur ulang berterima memang bukan hal mudah. Akan tetapi, cara ini dapat membantu generasi muda untuk bisa menyimpan lebih banyak.

Sistem 50/30/20 dapat digunakan untuk merendahkan budgeting yang lebih seimbang. Bagi pendapatan menjadi 50 persen untuk keinginan, 30 persen untuk keinginan, & 20 persen untuk simpanan.